ANALISIS PELUANG, TANTANGAN DAN STRATEGI PERDAGANGAN KERAJINAN ROTAN INDONESIA SERTA PENGARUH KEBIJAKAN PERDAGANGAN TAHUN 2025 (STUDI KASUS EKSPOR KE AMERIKA SERIKAT)

Penulis

  • Wiranti Putri Anggraeni Universitas Pelita Bangsa

Kata Kunci:

Perdagangan Internasional, Kerajinan Rotan, Ekspor, Amerika Serikat, Kebijakan Perdagangan, Daya Saing, Strategi

Abstrak

Perdagangan produk kerajinan tangan, khususnya kerajinan rotan, merupakan salah satu sektor industri kreatif berorientasi ekspor yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing global yang signifikan. Amerika Serikat menjadi salah satu pasar utama yang menyerap sebagian besar ekspor kerajinan rotan Indonesia, didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap produk ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis kerajinan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, tantangan, serta strategi perdagangan kerajinan rotan Indonesia, sekaligus mengkaji pengaruh kebijakan perdagangan tahun 2025 terhadap kinerja ekspor ke pasar Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, laporan pemerintah, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang utama terletak pada meningkatnya permintaan global, keunggulan komparatif Indonesia sebagai salah satu produsen rotan terbesar di dunia, serta tren konsumsi produk berkelanjutan dan handmade. Namun demikian, industri ini juga menghadapi berbagai tantangan, antara lain tingginya tarif impor di Amerika Serikat, persaingan global yang semakin ketat, tuntutan standar kualitas dan keberlanjutan, serta penurunan nilai ekspor meskipun volume ekspor mengalami peningkatan. Selain itu, kebijakan perdagangan tahun 2025 memberikan dampak ganda, yaitu mendorong peningkatan kualitas dan standar produk, namun juga meningkatkan beban biaya kepatuhan bagi eksportir. Oleh karena itu, strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kualitas dan sertifikasi produk, penguatan branding dan diferensiasi produk, diversifikasi pasar ekspor, serta pemanfaatan platform perdagangan digital untuk memperluas akses pasar global. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan ekspor kerajinan rotan Indonesia di pasar internasional.

The trade of handicraft products, particularly rattan-based crafts, represents one of Indonesia’s key export-oriented creative industries with significant economic value and global competitiveness. The United States is a major export destination, absorbing a substantial share of Indonesia’s rattan handicraft exports, driven by increasing demand for eco-friendly, sustainable, and handmade products. This study aims to analyze the opportunities, challenges, and trade strategies of Indonesia’s rattan handicraft industry, as well as to examine the impact of the 2025 trade policy on export performance to the United States. This research employs a descriptive qualitative approach using secondary data obtained from official sources, government reports, and relevant academic literature. The findings indicate that the main opportunities lie in rising global demand, Indonesia’s comparative advantage as one of the world’s largest rattan producers, and the growing trend of sustainable consumption. However, the industry faces several challenges, including high import tariffs in the United States, intensifying global competition, strict quality and sustainability standards, and declining export values despite increasing export volumes. Furthermore, the 2025 trade policy has a dual impact, as it encourages improvements in product quality and standards while simultaneously increasing compliance costs for exporters. Therefore, the recommended strategies include enhancing product quality and certification, strengthening branding and product differentiation, diversifying export markets, and leveraging digital trade platforms to expand global market access. These strategies are expected to improve competitiveness and ensure the long-term sustainability of Indonesia’s rattan handicraft exports in the international market.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30