ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA–CHINA PADA PRODUK LAPTOP
(Studi Kasus: Impor Laptop Indonesia Tahun 2025)
Kata Kunci:
Perdagangan Internasional, Analisis Impor Laptop Indonesia 2025Abstrak
Perdagangan internasional memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan teknologi di Indonesia, khususnya produk laptop yang banyak digunakan dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketergantungan impor laptop Indonesia terhadap China serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang muncul dari perdagangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan data impor laptop Indonesia tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total impor laptop Indonesia tahun 2025 mencapai sekitar 6,84 ribu ton, dengan China menyumbang sekitar 6.660 ton atau 97,43% dari total impor laptop Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya ketergantungan yang sangat tinggi terhadap China sebagai negara pemasok utama laptop. Ketergantungan tersebut memberikan beberapa peluang, seperti ketersediaan laptop dengan harga terjangkau, peningkatan akses teknologi, serta peluang kerja sama investasi dan transfer teknologi. Namun, ketergantungan yang tinggi juga menimbulkan tantangan, seperti risiko gangguan pasokan, hambatan pengembangan industri dalam negeri, serta potensi ketidakseimbangan neraca perdagangan. Berdasarkan hasil penelitian, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan impor terhadap satu negara dengan cara melakukan diversifikasi negara pemasok serta mendorong pengembangan industri teknologi dalam negeri. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian industri nasional dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di masa depan.
International trade plays a crucial role in meeting Indonesia's technological needs, particularly for laptops, which are widely used in education, employment, and business. This study aims to analyze Indonesia's laptop import dependence on China and identify the opportunities and challenges arising from this trade. The research method used is a qualitative descriptive method with a case study approach using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and Indonesian laptop import data for 2025. The results show that Indonesia's total laptop imports in 2025 will reach approximately 6.84 thousand tons, with China contributing approximately 6,660 tons or 97.43% of Indonesia's total laptop imports. This indicates a very high dependence on China as the main supplier of laptops. This dependence presents several opportunities, such as the availability of affordable laptops, increased access to technology, and opportunities for investment cooperation and technology transfer. However, this high dependence also poses challenges, such as the risk of supply disruptions, obstacles to domestic industrial development, and potential trade imbalances. Based on the research findings, Indonesia needs to reduce its import dependence on a single country by diversifying its supplier countries and encouraging the development of its domestic technology industry. This step is expected to increase the independence of the national industry and strengthen Indonesia's economic resilience in the future.


