ANALISIS DESKRIPTIF SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN DAN BUDAYA ORGANISASI PADA SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) CIREBON
Kata Kunci:
Sistem Pengendalian Manajemen, Budaya Organisasi, Perguruan Tinggi, Penjaminan Mutu, Studi DeskriptifAbstrak
Sistem pengendalian manajemen (SPM) dan budaya organisasi merupakan dua elemen yang saling berkaitan dalam menjaga efektivitas tata kelola sebuah institusi, termasuk perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan SPM serta gambaran budaya organisasi pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cirebon, tanpa bermaksud menguji hubungan pengaruh atau kausalitas antara kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus pada STIE Cirebon, sebuah perguruan tinggi swasta di Kabupaten Cirebon yang menyelenggarakan program studi Manajemen dan Akuntansi dengan fokus pendidikan ekonomi berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Data diperoleh dari dokumen resmi lembaga, publikasi kelembagaan, serta studi kepustakaan mengenai konsep SPM dan budaya organisasi pada institusi pendidikan tinggi, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPM pada STIE Cirebon diwujudkan melalui struktur organisasi dan pembagian wewenang yang jelas antara ketua, wakil ketua, ketua program studi, dan unit penjaminan mutu; perencanaan strategis yang dituangkan dalam rencana strategis dan rencana kerja tahunan; sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang dijalankan melalui siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar (PPEPP); serta evaluasi kinerja dosen dan tenaga kependidikan yang dikaitkan dengan capaian akreditasi eksternal. Budaya organisasi pada STIE Cirebon tercermin dari nilai kelembagaan yang menekankan penguasaan teknologi informasi dan bahasa Inggris, orientasi pelayanan terhadap mahasiswa kelas karyawan, serta gaya kepemimpinan yang relatif partisipatif dan berorientasi pada fleksibilitas jadwal pembelajaran. Secara deskriptif, penerapan SPM yang tertata tampak selaras dengan budaya organisasi yang menekankan disiplin, orientasi mutu, dan pelayanan, meskipun penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat antara keduanya.
Management control system (MCS) and organizational culture are two interrelated elements in maintaining the effectiveness of institutional governance, including in higher education. This study aims to describe the implementation of MCS and the organizational culture at the Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cirebon, without intending to test a causal relationship between the two variables. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study strategy at STIE Cirebon, a private higher education institution in Cirebon Regency that offers Management and Accounting study programs with a focus on information and communication technology-based economic education. Data were obtained from the institution's official documents, institutional publications, and literature on the concepts of MCS and organizational culture in higher education institutions, then analyzed descriptively and qualitatively. The findings show that MCS at STIE Cirebon is realized through a clear organizational structure and division of authority among the chairperson, vice chairpersons, heads of study programs, and the quality assurance unit; strategic planning outlined in a strategic plan and annual work plan; an internal quality assurance system (SPMI) implemented through the standard-setting, implementation, evaluation, control, and improvement (PPEPP) cycle; and performance evaluation of lecturers and staff linked to external accreditation achievements. The organizational culture at STIE Cirebon is reflected in institutional values emphasizing information technology and English language proficiency, a service orientation toward working-class students, and a relatively participative leadership style oriented toward flexible learning schedules. Descriptively, the well-structured implementation of MCS appears aligned with an organizational culture emphasizing discipline, quality orientation, and service, although this study does not intend to conclude a causal relationship between the two.


