PENDAPATAN DI BALIK SENYUM TOPENG: ANALISIS AKUNTANSI PADA MODEL BISNIS SENI PERTUNJUKAN INDRAMAYU

Penulis

  • Zaneta Anindya Rahma Universitas Pasundan
  • Kayla Febrina Universitas Pasundan
  • Dona Alda Restu Universitas Pasundan
  • Najmi Yasyfa Zhillan Universitas Pasundan
  • Syahira Yuliana Puspitawati Universitas Pasundan

Kata Kunci:

Topeng Indramayu, Pendapatan Seni Pertunjukan, Model Bisnis, Akuntansi, Industri Kreatif

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana pendapatan dalam seni pertunjukan Topeng Indramayu terbentuk, dikelola, serta dicatat oleh para pelaku seni dengan menggunakan akuntansi sebagai pendekatan analitis. Kajian difokuskan pada penelusuran sumber pendapatan, struktur biaya, serta mekanisme pengelolaan keuangan yang berkembang dalam praktik kesenian tradisional tersebut. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan seniman dan pengelola sanggar, observasi langsung pada proses produksi pertunjukan, serta telaah dokumen keuangan informal. Analisis dilakukan untuk memahami pola arus kas dan praktik pencatatan yang digunakan, kemudian dibandingkan dengan prinsip akuntansi dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan seni Topeng Indramayu bersumber dari pertunjukan komersial, kegiatan ritual, pelatihan tari, program kolaborasi, dan dukungan sponsor. Namun, sebagian besar pelaku belum menerapkan pencatatan yang sistematis sehingga pengukuran kinerja ekonomi masih terbatas. Minimnya dokumentasi biaya juga menghambat proses perencanaan dan evaluasi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan praktik akuntansi sederhana untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keberlanjutan ekonomi para seniman.

This research aims to reveal how income in the Topeng Indramayu performing arts is generated, managed, and recorded by the artists using accounting as an analytical approach. The study focuses on tracing income sources, cost structures, and financial management mechanisms that develop within the practice of this traditional art form. The research methodology employs a qualitative approach through in-depth interviews with artists and studio managers, direct observation of the performance production process, and review of informal financial documents. Analysis was conducted to understand cash flow patterns and recording practices used, which were then compared with basic accounting principles. The results show that Topeng Indramayu arts income comes from commercial performances, ritual activities, dance training, collaborative programs, and sponsor support. However, most practitioners have not yet implemented systematic record-keeping, so economic performance measurement remains limited. The lack of cost documentation also hinders planning and evaluation processes. These findings confirm the importance of implementing simple accounting practices to enhance transparency, efficiency, and economic sustainability for the artists.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30