ANALISIS RASIO KEUANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) SEBAGAI INDIKATOR KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DESA KAB.KUBU RAYA DESA SUNGAI ENAU
Kata Kunci:
Kemandirian, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Keserasian, Rasio PertumbuhanAbstrak
Anggaran pendapatan dan belanja daerah ( APBD) merupakan instrumen yang digunakan sebagai alat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, APBD dapat mencerminkan kebutuhan-kebutuhan riil dari masyarakat sesuai dengan potensi yang ada serta dapat memenuhi tuntutan anggaran daerah. Pelaksanaan pengukuran dengan menghitung rasio keuangan yang terdiri dari beberapa bagian pengukuran menagacu pada pendapatan asli daerah, untuk mengukur kemandirian keuangan dibutuhkan beberapa rasio keuangan. Rasio Kemandirian mengambarkan ketrgantungan atau tidaknya daerah terhadap dana eksternal, Rasio Efektivitas menggambarkan kemampuan Pemerintah Daerah dalam merealisasikan PAD yang direncanakan dibandingkan dengan target yang ditetapkan berdasarkan potensi riil daerah, Rasio Efisiensi perbandingan antara besarnya biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan dengan realisasi pendapatan yang diterima. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai dari rasio kemandirian dikategorikan sedang dan dalam pola hubungan partisipasi karena berada diantara 50% - 57% pada tahun 2021-2024 karena tidak terlalu bertergantungan pada pemerintah pusat dan cukup mampu melakukan otonomi daerah, hasil dari rasio efektivitas dikategorikan tidak efektif karena kurang dari 75% berdasarkan rasio efektivitas diketahui bahwa kemampuan daerah dalam menjalankan tugas belum efektif , hasil dari Rasio Efisiensi dikategorikan sangat efisien karena berada <5% kineja keuangan pada badan pengelola keuangan dan aset desa ditinjau dari rasio efisiensi.
The Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) is an instrument used as a tool to improve community welfare. APBD can reflect the real needs of the community according to existing potential and meet regional budget demands. The implementation of measurement by calculating financial ratios consists of several parts of measurement referring to local revenue, to measure financial independence, several financial ratios are needed. The Independence Ratio describes the dependence or independence of the region on external funds. The Effectiveness Ratio describes the ability of the Regional Government to realize PAD (Local Revenue) planned compared to the target set based on the real potential of the region. The Efficiency Ratio compares the amount of costs incurred to obtain revenue with the realized revenue received.Based on the calculation results, the value of the independence ratio is categorized as moderate and in a participation relationship pattern because it is between 50% - 57% in 2021-2024, because it is not too dependent on the central government and is quite capable of carrying out regional autonomy. The results of the effectiveness ratio are categorized as ineffective because it is less than 75%. Based on the effectiveness ratio, it is known that the ability of the region in carrying out tasks is not yet effective. The results of the Efficiency Ratio are categorized as very efficient because it is <5% of financial performance at the Village Financial and Asset Management Agency in terms of efficiency ratio.


