ANALISIS PELUANG, ANCAMAN, DAN SOLUSI PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA DENGAN NEGARA ASEAN: STUDI SEKTOR OLAHAN AYAM DAN PENGARUH KEBIJAKAN TARIF PERDAGANGAN PERIODE 2015-2025

Penulis

  • Intan Nura Anisah Universitas Pelita Bangsa

Kata Kunci:

Perdagangan Internasional, ASEAN, Ayam Olahan, Tarif, Daya Saing

Abstrak

Perdagangan internasional memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi negara berkembang, termasuk Indonesia yang memiliki potensi besar dalam sektor peternakan, khususnya produk olahan ayam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, ancaman, serta solusi dalam perdagangan Indonesia dengan negara-negara ASEAN, serta mengkaji pengaruh kebijakan tarif ekspor dan impor terhadap dinamika perdagangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta database internasional seperti FAO dan UN Comtrade periode 2012–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya konsumsi protein hewani di kawasan ASEAN membuka peluang ekspor yang signifikan bagi Indonesia ditunjukkan oleh peningkatan volume ekspor dari 12.800 ton menjadi 27.800 ton selama periode pengamatan. Namun demikian, persaingan dari negara seperti Thailand dan Vietnam serta ketergantungan pada bahan baku impor menjadi tantangan utama. Kebijakan tarif perdagangan juga terbukti memiliki peran penting dalam menentukan daya saing dan arah arus perdagangan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi produksi, diversifikasi pasar, dan penguatan kebijakan perdagangan nasional.

International trade plays a crucial role in driving economic growth in developing countries, including Indonesia, which possesses significant potential in the livestock sector, particularly in processed poultry products. This study aims to analyze the opportunities, threats, and solutions in Indonesia’s trade with ASEAN countries, as well as to examine the impact of export and import tariff policies on the dynamics of such trade. The research employs a quantitative descriptive method using secondary data obtained from Indonesia’s Central Bureau of Statistics (BPS), the Ministry of Marine Affairs and Fisheries (KKP), and international databases such as the Food and Agriculture Organization (FAO) and UN Comtrade for the period 2012–2025. The findings indicate that the increasing consumption of animal protein in the ASEAN region presents significant export opportunities for Indonesia, as reflected in the rise of export volume from 12,800 tons to 27,800 tons during the observation period. However, competition from countries such as Thailand and Vietnam, as well as dependence on imported raw materials, remain major challenges. Trade tariff policies are also found to play a crucial role in determining competitiveness and shaping trade flows. Therefore, an integrated strategy is required to enhance production efficiency, promote market diversification, and strengthen national trade policies.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29