ANALISIS SOCIAL IMPACT, SUSTAINABLE ECONOMY PADA USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI PEMUKIMAN PENDUDUK: TINJAUAN DARI PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH
Kata Kunci:
Dampak Sosial, Keberlanjutan Ekonomi, Peternakan Ayam Petelur, Ekonomi SyariahAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial dan keberlanjutan ekonomi usaha peternakan ayam petelur yang berlokasi di wilayah dekat pemukinman penduduk, serta mengevaluasi praktik pengelolaannya dari perspektif ekonomi Islam. Kehadiran kegiatan peternakan di wilayah yang padat penduduk menimbulkan dinamika yang kompleks, yang di antaranya memberikan dampak positif seperti peningkatan perekonomian daerah dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga membawa potensi konflik sosial akibat masalah kebisingan, bau, dan pengelolaan sampah. Meskipun keberadaan peternakan di kawasan pemukiman sudah umum, namun masih terbatasnya penelitian yang secara holistik memadukan analisis dampak sosial dan keberlanjutan ekonomi dari sudut pandang prinsip ekonomi Islam yang menitikberatkan pada maslahah (kesejahteraan) dan adl (keadilan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Dusun Dolok, Desa Sumberjo, Kecamatan Plandaan. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pelaku usaha, masyarakat setempat, dan pihak terkait, serta observasi partisipatif. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak sosial yang dihasilkan dan mengidentifikasi praktik pengelolaan yang selaras dengan prinsip ekonomi Islam. Hasil penelitian ini juga akan merumuskan rekomendasi praktis bagi pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah dalam menanggulangi dampak negatif yang ada guna mencapai keberlanjutan ekonomi. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan literatur ekonomi Islam, khususnya dalam konteks penerapan etika bisnis Islam di sektor riil dan bisnis lokal yang bertanggung jawab.
This study aims to analyze the social impacts and economic sustainability of poultry farming businesses located in urban areas, and evaluate their management practices from an Islamic economic perspective. The presence of agricultural activities in densely populated areas creates complex dynamics, which among other things provide positive impacts such as improving the regional economy and creating jobs, but also bring the potential for social conflict due to problems of noise, odor, and waste management. Although the presence of agriculture in residential areas is common, there is still limited research that holistically combines the analysis of social impacts and economic sustainability from the perspective of Islamic economic principles that emphasize maslahah (welfare) and adl (justice). This study uses a qualitative approach with a case study method in Dolok Village, Sumberjo District, Plandaan Regency, an area where agricultural business activities are carried out directly within residential areas. Primary data were collected through in-depth interviews with business actors, local communities, and related parties, as well as participatory observation. The findings of this study are expected to provide a deeper understanding of the resulting social impacts and identify management practices that are in line with Islamic economic principles. The results of this study will also formulate practical recommendations for business actors, the community, and the government in mitigating existing negative impacts to achieve economic sustainability. Theoretically, this research is expected to make a significant contribution to the development of Islamic economics literature, particularly in the context of implementing Islamic business ethics in the real sector and responsible local businesses.


