FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WORK LIFE BALANCE KARYAWAN GENERASI Z DI KOTA MATARAM

Penulis

  • Athoriq Trimulyanto Universitas Mataram
  • Tuti Handayani Universitas Mataram
  • Muhammad Dzul Fadlli Universitas Mataram

Kata Kunci:

Keseimbangan Kehidupan Kerja, Generasi Z, Regresi Logistik, Fleksibilitas Kerja Jaminan Sosial

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan kerja-hidup di kalangan Karyawan Generasi Z di Kota Mataram di tengah meningkatnya kompleksitas tuntutan kerja modern yang berpotensi mengganggu keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Variabel yang diteliti meliputi jenis kelamin, tekanan finansial, fleksibilitas kerja, jaminan sosial, dan jam kerja. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 99 responden, yang kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik biner karena variabel dependennya bersifat dikotomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tersebut signifikan secara statistik, dengan rasio kemungkinan chi-square (LR) sebesar 20,87 dan probabilitas 0,0009, serta pseudo R² sebesar 0,1608, yang menunjukkan bahwa model tersebut menjelaskan 16,08% variasi dalam keseimbangan kerja-hidup. Secara empiris, fleksibilitas kerja dan jaminan sosial secara signifikan memengaruhi keseimbangan kerjahidup, sedangkan jenis kelamin, tekanan finansial, dan jam kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa faktor struktural pekerjaan memainkan peran yang lebih dominan daripada karakteristik individu dalam menentukan keseimbangan kerja-hidup di kalangan Generasi Z. Oleh karena itu, peningkatan fleksibilitas kerja dan penyediaan jaminan sosial yang memadai merupakan strategi penting dalam mendukung pencapaian keseimbangan kerja-hidup dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.

This study aims to analyze the factors influencing work-life balance among Generation Z in Mataram City amid the increasing complexity of modern work demands that have the potential to disrupt the balance between personal life and work. The variables examined include gender, financial pressure, work flexibility, Jaminan sosial, and working hours. The data used consists of primary data obtained through the distribution of questionnaires to 99 respondents, which was then analyzed using binary logistic regression because the dependent variable is dichotomous. The results indicate that the model is statistically significant, with a chi-square likelihood ratio (LR) of 20.87 and a probability of 0.0009, as well as a pseudo R² of 0.1608, indicating that the model explains 16.08% of the variation in work-life balance. Empirically, work flexibility and Jaminan sosial significantly influence work-life balance, whereas gender, financial pressure, and working hours do not show a significant influence. These findings confirm that structural work factors play a more dominant role than individual characteristics in determining work-life balance among Generation Z. Therefore, increasing work flexibility and providing adequate Jaminan sosial are important strategies in supporting the achievement of work-life balance and improving worker well-being.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30