ANALISIS KINERJA PERDAGANGAN EKSPOR INDONESIA KE THAILAND PADA KOMODITAS KERAJINAN TANGAN (GENTENG TANAH LIAT HS 6905) TAHUN 2025
Kata Kunci:
Ekspor, Genteng Tanah Liat, HS 6905, Kinerja Perdagangan, Indonesia, ThailandAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kinerja Indonesia dalam mengekspor genteng tanah liat (HS 6905), sebuah kerajinan tangan, ke Thailand pada tahun 2025. Data sekunder berupa nilai ekspor bulanan (USD) dan volume (ton) dari Januari hingga Desember 2025 digunakan. Menemukan pola, tren, dan variasi ekspor selama periode pengamatan merupakan tujuan utama dari metode penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut temuan analisis, total ekspor mencapai 5.295 ton senilai USD 8.593.273. Kinerja ekspor secara umum menunjukkan pola yang cukup konsisten dengan sedikit variasi bulanan. Karena perubahan permintaan pasar, volume ekspor cenderung moderat selama semester pertama. Akibat perubahan permintaan pasar, volume ekspor cenderung tetap moderat, tetapi meningkat lebih stabil pada semester kedua. Ekspor mencapai titik tertinggi pada bulan November dan Desember, menunjukkan peningkatan permintaan yang signifikan menjelang akhir tahun. Siklus pembangunan dan peningkatan aktivitas di industri konstruksi Thailand diperkirakan terkait dengan hal ini. Daya saing genteng tanah liat Indonesia yang kuat di pasar global juga tercermin dalam stabilitas nilai ekspor. Dengan demikian, Thailand dapat dikategorikan sebagai pasar yang potensial dan berkelanjutan bagi ekspor komoditas ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perumusan strategi pengembangan ekspor produk kerajinan berbasis bahan alam Indonesia.
The purpose of this study is to examine Indonesia's performance in exporting clay roof tiles (HS 6905), a handicraft, to Thailand in 2025. Secondary data in the form of monthly export values (USD) and volumes (tons) from January to December 2025 were used. The primary objective of the quantitative descriptive research method was to identify export patterns, trends, and variations during the observation period. According to the analysis findings, total exports reached 5,295 tons valued at USD 8,593,273. Export performance generally showed a fairly consistent pattern with little monthly variation. Due to changes in market demand, export volumes tended to be moderate during the first half of the year. Due to changes in market demand, export volumes tended to remain moderate but increased more steadily in the second half. Exports peaked in November and December, indicating a significant increase in demand towards the end of the year. The building cycle and increased activity in the Thai construction industry are thought to be related to this. The strong competitiveness of Indonesian clay roof tiles in the global market is also reflected in the stability of export values. Thus, Thailand can be categorized as a potential and sustainable market for exports of this commodity. The results of this study are expected to be a reference in formulating strategies for developing exports of Indonesian natural material-based craft products.


